Langsung ke konten utama

KISI - KISI UAS BIOLOGI

1. Pengertian sel (secara struktural dan fungsional dan berdasarkan tokoh siapa)
secara struktural -> makhluk hidup terdiri atas sel-sel
secara fungsional -> seluruh fungsi kehidupan/aktivitas kehidupan
secara umum -> merupakan unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis
menurut para penemu -> a. schleiden dan schwann = sel merupakan kesatuan struktural                                                                   kehiupan
                                        b. max schultz dan thomas = sel merupakan kesatuan fungsional kehidupan
                                        c. rudolf virchow = bahwa cel berasal dari sel(omnis cellula e cellula) " sel                                               merupakan satuan kehidupan"
2. gambar mitokondria yang lengkap dengan setiap fungsinya

Gb. Struktur mitokondria







fungsinya mitokondria:

- sebagai pabrik energi sel yang mampu untuk dapat menghasilkan energi dalam bentuk ATP
- metabolisme karbohidrat
- menjaga konsentrasi ion kalsium
- membangun bagian-bagian tertentu dari darah serta hormon-hormon
3. Fungsi kompleks golgi, bentuk, letak
Fungsinya:
- kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.- Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membrane plasma.-Membentuk dinding sel tumbuhan-Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.


Letaknya dipinggir sentrosom
4. Gambar membran mozaik cair
5. Gambar sel hewan beserta fungsinya organelnya


Organel Sel Hewan dan Fungsinya

1. Membran Sel
Membran sel adalah bagian paling luar yang membungkus sel yang tersusun atas lemak (lipid) dan protein (lipoprotein). 
Fungsi membran sel 
  • Melindungi sel
  • Mengatur keluar masuknya zat 
  • Penerima rangsangan dari luar
2. Sitoplasma 
Sitoplasma adalah cairan sel dan segala sesuatu yang larut di dalamnya, kecuali nukleus (inti sel) dan organel, serta sitoplasma terdiri atas protein material dan air. Sitoplasma bersifat koloid kompleks yakni tidak cair dan tidak padat yang dapat berubah tergantung konsentrasi air, jika konsentrasi air rendah akan menjadi padat lembek disebut gel, sedangkan jika konsentrasi air tinggi akan menjadi encer disebut sol.  
Fungsi Sitoplasma
  • Tempat berlangsungnya metabolisme sel 
  • Sumber bahan kimia sel 
3. Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma adalah bagian selberbentuk benang-benang yang terdapat di inti sel. Retikulum endoplasma terbagi atas dua yakni retikulum endoplasma halus (REh) dan retikulum endoplasma kasar (REk). Retikulum endoplasma halus (REh) adalah tidak melekat dengan ribosom, sedangkan retikulum endoplasma kasar (REk) adalah melekat pada ribosom. 
Fungsi Retikulum Endoplasma
  • Alat transportasi zat dalam sel sendiri
  • Mensintesis lipid dalam sel (REh)
  • Membantu dalam detoksifikasi se-sel berbahaya pada sel (REh)
  • Sintesa protein (REk)
4. Mitokondria 
Mitokondria adalah organel terbesar yang merupakan mesin dalam sel. Mitokondria berbentuk mirip dengan cerutu yang memiliki dua lapis membran yang lekuk-lekuk dan dinamakan kritas.  Oksigen dan glukosa berkombinasi dalam membentuk energi (ATP) yang diperlukan untuk metabolisme dan aktivitas seluler dalam organel sehingga mitokondria dijuluki sebagai the power house karna menghasilkan energi. Mitokondria dalam bentuk tunggulnya disebut dengan mitokondrion. Mitokondrion adalah organel yang mengubah dari energi kimia ke energi yang lain.
Fungsi Mitokondria 
  • Menghasilkan energi dalam bentuk ATP
  • Respirasi seluler
5. Mikrofilamen 
Mikrofilamen adalah organel sel yang terbentuk dari protein aktin dan miosin. Mikrofilamen memiliki kemiripan dengan mikrotubulus tapi mikrofilamen lebih lembut dan diameternya lebih kecil. 
Fungsi Mikrofilamen 
  • Berperan dalam pergerakan sel, endositosis dan eksositosis
6.  Lisosom
Lisosom adalah organel berupa kantong terikat di membran yang berisi kandungan enzim hidrolitik yang digunakan dalam mengontrol pencernaan intraseluler di keadaan apapun. Lisosom terdapat pada sel eukariotik. 
Fungsi Lisosom 
  • Pemasukan makromulekul dari luar menuju ke dalam sel dengan mekanisme endositosis 
  • Mencerna materi dengan menggunakan fagositosis 
  • Mengontrol pencernaan intraseluler 
  • penghancuran organel sel yang telah rusak (autofagi)
7. Peroksisom (Badan Mikro)
Peroksisom adalah kantong kecil yang berisi dengan enzim katalase yang fungsinya menguraikan peroksida (H2O2) yang merupakan sisa dari metabolisme yang sifatnya toksik menjadi air dan oksigen yang membahayakan sel. Peroksisom banyak ditemukan di sel hati dan ginjal
Fungsi Peroksisom
  • Menguraikan perokida (H2O2) dari sisa-sisa metabolisme toksik
  • Perubahan lemak menjadi karbohidrat
8. Ribosom 
Ribosom adalah organel sel yang padat dan kecil dengan diameter 20 nm yang terdiri atas 65%RNA ribosom (rRNA) dan 35% protein ribosom (Ribonukleoprotein atau RNP ) . Ribosom bekerja dalam menerjemahkan mRNA untuk membentuk rantai polipeptida (protein) dengan menggunakan asam amino yang dibawah tRNA pada saat proses translasi. Di dalam sel ribosom terikat pada retikulum endoplasma kasar (REk), atau membran inti sel. 
Fungsi Ribosom 
  • Tempat berlangsngunya sintesis protein
9. Sentriol
Sentriol adalah struktur berbentuk tabung yang dapat ditemukan pada sel eukariota. Sentriol juga mengambil peran dalam pembelahan sel dan dalam pembentukan silia dan flagela. Sepasang sentriol yang membentuk struktur gabungan disebut dengan sentrosom. 
Fungsi Sentriol
  • Proses pembelahan sel dalam membentuk benang spindel 
  • Berperan membentuk silia dan flagela
10. Mikrotubulus
Mikrotubulus adalah organel sel di dalam sitoplasma yang ditemukan pada sel eukariot dan berbentuk silindris panjang yang berangga dengan diameter dalam kurang lebih 12 nm dan diameter luar 25 nm. Mikrotbulus terdiri atas molekul-molekul berbentuk bulat protein globular yang disebut tubulin, dengan spontan bergabung membentuk silindris panjang berongga pada kondisi tertentu. Mikrotbulus bersifat kaku. 
Fungsi Mikrotubulus
  • Melindungi sel 
  • Memberi bentuk sel
  • berperan dalam pembentukan flagela, silia dan sentriol 
11. Badan Golgi
Badan golgi atau aparatus golgi atau kompleks golgi adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel. Badan golgi dapat ditemukan di semua sel eukariotik dan terdapat pada fungsi ekskresi, seperti ginjal. Badan golgi berbentuk kantong pipih yang berukuran kecil hingga besar dan terikat oleh membran. Setiap sel hewan memiliki 10-20 badan golgi. 
Fungsi Badan Golgi
  • Membentuk vesikula (kantung) untuk ekskresi
  • Membentuk lisosom
  • Memproses protein 
  • membentuk membran plasma 
12. Nukleus
Nukleus adalah inti dari sel yang mengatur dan mengendalikan aktivitas sel baik itu metabolisme hingga ke pembelahan sel. Nukleus ditemukan pada sel eukariotik dan mengandung sebagaian besar materi ginetik yang bentuknya DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama protein-protein. Nukleus terdiri dari bagian-bagian seperti  Membran inti (karioteka), Nukleoplasma (Kariolimfa), Kromatin/kromosom, Nukleolus. 
Fungsi Nukleus 
  • Untuk menjaga integritas gen-gen 
  • Mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen
  • Menyimpan informasi genetik
  • Tempat terjadinya replikasi
  • Mengendalikan proses metabolisme dalam sel 
13. Nukleolus 
Nukleolus adalah daerah yang terdapat di dalam inti sel (nukleus) yang bertanggung jawab dalam pembentukan protein menggunakan RNA (Asam ribonukleat).
Fungsi Nukleolus 
  • Bertanggung jawab dalam pembentukan protein 
14. Nukleoplasma 
Nukleoplasma adalah cairan padat yang berada di dalam inti sel (nukleus) mengandung serat kromatin, yang padat membentuk kromosom dan gen yang membawa informasi genetik. 
Fungsi Nukleoplasma
  • Membentuk kromosom dan gen  
15. Membran Inti 
Membran inti adalah elemen struktural utama nukleus yang membungkus keseluruhan organel dan memisahkan antara sitoplasma dan daerah inti. Membran inti bersifat tak permeabel dengan sebagian besar molekul yang membuat nukleus membutuhkan pori inti sehingga nukleus dapat melintasi membran. 
Fungsi Membran Inti 
  • Pelindung inti sel (Nukleus)
  • Tempat pertukaran zat antara materi inti dan sitoplasma 
6. transpor aktif (endo , ekso , dll)
transpor aktif adalah perpindahan zat melalui membran sel melaan gradien dengan menggunakan energi ATP dari respirasi. substansi yang konsentrasinya lebih rendah melalui membran ke konsentrasi yang tinggi.
a. pompa natrium-kalium -> proses pertukaran ion K+ dan Na+ melalui membran dengan melibatkan protein pembawa yang terdapat pada membran

b. endositosis -> pemasukan za ke dalam sel. endositosis terhadap zat padat disebut fagositosis, contohnya leukosit memkan bakter, endositosis terhadap benda cair disebut pinosistosis. contohnya sel-sel embrio menyerap larutan nutrisi


c. eksositosis -> proses pengeluaran zat dari dalam sel, misalnya pada sekresi hormon



7. gambar kroloplas(rekasi terang,gelap,letak, dan fungsi)

tempat terjadinya reaksi terang di membran tilakoid

tempat terjadinya reaksi gelap di DNA, RNAs, ribosom, stroma, granum
fungsinya:
- mengubah energi matahari menjadi energi kimia
- sebagai sumber untuk berfotosintesis

8. Manfaat ion natrium

- mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh
- penyerapan glukosa didalam ginjal dan usus

9. Gambar struktur batang(monokotil dan dikotil) beserta fungsi dan secara keseluruhan 



Struktur luar

Perbedaan struktur luar pada tumbuhan tingkat tinggi dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan berkayu. Tumbuhan herba dan tumbuhan berkayu memiliki daun-daun di sepanjang batangnya.

1. Batang tumbuhan herba
Batang tumbuhan herba biasanya, berwarna hijau, jaringan kayu sedikit atau tidak ada, ukuran batang kecil, dan umumnya relatif pendek. Bagian luar batang terdiri dari epidermis yang tipis dan tidak mengandung gabus. Pada epidermis terdapat stomata sehingga jaringan di dalamnya dapat mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Contoh: pacar air, jagung, bayam, kacang, dan bunga matahari.

2. Batang tumbuhan kayu
Batang tumbuhan berkayu umumnya keras dan umurnya relatif panjang. Permukaan batang keras dan di bagian tertentu terdapat lentisel. Lentisel berhubungan dengan bagian dalam batang dan berfungsi sebagai tempat pertukaran gas di batang. Pada tumbuhan berkayu yang masih muda terdapat klorofil, sehingga dapat melakukan fotosintesis. Akan tetapi, jika sudah terbentuk lapisan gabus kemampuan fotosintesis menjadi hilang. Lapisan gabus terbentuk oleh kambium gabus. Adanya aktivitas kambium menyebabkan rusaknya jaringan yang terdapat pada korteks dan epidermis. Dengan rusaknya jaringan tersebut akan menyebabkan kemampuan fotosintesis menjadi hilang.

Struktur dalam

Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatomi maupun morfologinya.

1. Batang dikotil

Pada ujung batang tumbuhan dikotil terdapat titik tumbuh berupa meristem apikal (ujung). Di belakang meristem apikal secara berurutan terdapat protoderm yang nantinya akan membentuk epidermis dan prokambium, di mana prokambium akan membentuk xilem, floem, dan kambium vasikuler, serta meristem dasar yang akan membentuk empulur dan korteks.

Pada jaringan primer batang dikotil terdapat bagian-bagian berikut.

  • Epidermis. Lapisan ini terletak paling luar dari organ batang. Epidermis terdiri atas lapis sel yang dinding selnya sudah mengalami penebalan yang disebut kutikula. Lapisan kutikula ini berfungsi untuk melindungi batang terhadap kekeringan. Sel-sel epidermis biasanya berbentuk rektanguler dan tersusun rapat tanpa adanya ruang antarsel. Susunan ini menyebabkan terjadinya pengurangan transpirasi dan dapat melindungi jaringan di sebelah dalamnya dari kerusakan dan serangan hama.
  • Korteks. Korteks terdiri atas kolenkim yang susunannya berdesakan rapat dan parenkim yang longgar dengan banyak ruang antarsel. Pada beberapa tumbuhan, parenkim korteks bagian tepi mengandung kloroplas, sehingga
  • Endodermis. Endodermis sering disebut juga floeterma atau sarung amilum karena banyak berisi butir-butir amilum. Pada beberapa tumbuhan, floeterma mengalami penebalan membentuk pita caspary. Endodermis terdiri atas satu lapisan sel saja dan berfungsi sebagai pemisah antara korteks dan silinder pusat.
  • Stele/silinder pusat. Stele merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. Pada bagian dalam perikambium terdapat empulur dan berkas vasikuler yang tersusun dari xilem dan floem. Empulur merupakan parenkim yang berada di tengah-tengah stele. Empulur juga berada di sekitar berkas vasikuler berbentuk seperti jari-jari sehingga disebut jari-jari empulur.

2. Batang Monokotil

Secara morfologi batang tumbuhan dikotil biasanya bercabang-cabang, ruas-ruasnya tidak tampak dengan jelas, serta mengalami pertumbuhan sekunder (membesar). Pada batang monokotil, ukuran meristem apikalnya kecil. Jika dilihat, struktur penampang melintang batang tanaman monokotil, dapat dijumpai struktur jaringan sebagai berikut.



  • Epidermis. Epidermis merupakan struktur terluar yang disusun oleh satu lapis sel. Epidermis dilengkapi dengan stomata dan bulu-bulu. Pada umumnya epidermis tumbuhan monokotil sama dengan tumbuhan dikotil.
  • Korteks. Jaringan korteks terdiri atas beberapa lapis sel dengan rongga-rongga udara di antara sel-selnya. Fungsi jaringan ini yaitu sebagai tempat pertukaran gas. Pada tumbuhan monokotil, korteks kadang-kadang terdeferensiasi secara baik atau kadang sangat sempit, bahkan tidak dapat dibedakan dengan stele.
  • Stele. Pada tumbuhan monokotil, batas korteks dan stele biasanya tidak terlalu terlihat. Xilem dan floem terdapat pada lapisan stele ini dan susunan berkas pengangkut yaitu bertipe kolateral tertutup, sehingga batang pada tumbuhan monokotil tidak mengalami pertumbuhan membesar.
  • Empulur. Empulur terletak di bagian paling dalam dan tersusun dari jaringan parenkim. Pada beberapa tumbuhan, empulur ada yang menghilang, misalnya pada tumbuhan padi.

11. Jaringan parenkim
Jaringan Parenkim disebut dengan jaringan dasar atauground tissuMengapa di katakan jaringan parenkim sebagai jaringan dasar ?..karna jaringan parenkim umumnya terdapat di setiap bagian tumbuhan dimana terdapat jaringan lain di dalamnya. 

12. Gambar bunga sempurna 

Bagian-bagian bunga sempurna. 
2. Kepala putik (stigma)
3. Tangkai putik (stilus)
4. Tangkai sari (filament ,bagian dari benang sari) 
5. Sumbu bunga (axis)
6. artikulasi
7. Tangkai bunga (pedicel)
8.Kelenjar nektar
9. benang sari (stamen)
10. Bakal buah(ovum)
11. bakal biji (ovulum)
13.serbuk sari (pollen)
14. Kepala sari (anther)
15. Perhiasan bunga (periantheum)
16. Mahkota bunga (corolla)
17. Kelopak bunga (calyx)

13. ciri sklerenkim dan kolekim, fungsi,perbedaan, dan gambar
Perbedaan:
sklerenkim
-sklerenkim itu untuk menunjang organ tumbuhan yang telah dewasa
-pada sklerenkim memiliki dinding sel yang tebal, berlignin dan protoplasmanya mati
-Letak sklerenkim Lebih dalam dibandingkan kolenkim, dapat berada di tepi atau agak      dalam pada organ
-sifat jaringan sklerenkim: primer, dewasa, mati
-Fungsi sklerenkim : Pelindung organ muda dan tua

kolenkim
-Kolenkim itu jaringan parenkim khusus untuk menunjang organ muda
-Sel kolenkim memanjang ke arah poros panjang organ tempatnya berada dan ditandai  oleh adanya sel primer yang berdinding tebal
-Letak Kolenkim Lebih tepi dibanding sklerenkim, dibawah epidermis 
-Sifat jaringan kolenkim: primer, hidup
-Fungsi kolenkim : Penguat organ yang masih mengalami perkembangan (muda)
14. ciri-ciri otot lurik, jantung, polos dan fungsinya
Otot lurik
Otot lurik juga dikatakan otot rangkadilihat dari pengertian otot lurik yakni menempel pada rangka. Otot lurik mampu bekerja keras dan kuat karna memiliki banyak inti sel tetapi otot lurik mudah lelah artinya otot lurik butuh istirahat sehabis bekerja, Asal-usul dinamakannya otot lurik adalah otot lurik menunjukkan bagian gelap (aktin) dan terang (terang) yang silih berganti jika dilihat memakai mikroskop. Adapunciri-ciri otot lurikyang dapat dilihat dibawah ini..

Ciri-Ciri otot Lurik :
Perlunya kita mengetahui ciri-ciri otot lurik agar dapat dan mampu membedakan jenis-jenis otot lainnya, seperti yang ada dibawah ini..
  • Memiliki ribuan serabut yang membentuk jaringan otot yang tersusun rapi.
  • Otot lurik berbentuk selindris, panjang dan mempunyai banyak inti sel (multinuklei)
  • Bergerak dibawah kesadaran (Volunter)
  • Secara umum otot lurik memiliki diameter 50 mikron dan panjangnya sampai 2,5 cm. 
  • Mampu bekerja dengan keras dan cepat tetapi mudah lelah.
  • Memerlukan Istirahat
  • Melekat pada rangka tubuh manusia atau hewan
  • Cepat dalam berkontraksi (berkerut)
  • Letak Inti sel berada di tepi (perifer)
  • Otot Lurik terdapat pada Otot paha, otot dada, otot betis dan seluruh rangka tubuh manusia. 
Pengertian, Fungsi dan Ciri-Ciri Otot Lurik

Pengertian, Fungsi dan Ciri-Ciri Otot Lurik
Fungsi Otot Lurik :
Adapun fungsi dari otot lurik adalahmenggerakkan rangka tubuh manusia atau hewan, sehingga kita bergerak sesuai dengan kehendak kita. Membantu kita dalam kerja keras dan cepat. 
Pengertian, Fungsi dan Ciri-Ciri Otot Lurik
Otot jantung
Otot jantung disebut juga myocardiumMyoartinya otot danCaridum artinya jantung. Otot jantung bergerak dibawah kesadaran yang tak dipengaruhi oleh perintah otak atau saraf pusat. Otot jantung merupakan gabungan otot polos dan otot lurik mengapa ?... karna memiliki kesamaan-kesamaan, seperti otot jantung memiliki daerah gelap dan terang, memiliki banyak inti sel yang terletak di tengah seperti otot lurik sedangkan otot polos memiliki kesamaan sifat seperti bergerak secara involunter. Otot ini berkerja tampa lelah, tampa istirahat yang membuat darah terus mengalir artinya manusia tetap hidup jika berhenti maka akan membuat kematian bagi kita. Otot jantung dapat terus bekerja, tampa istirahat karna mempunyai sejumlah mitokondria, mioglobin dan suplai darah sehingga dapat memungkinkan terjadinya metabolisme aerobik terus menerus dan adanya suplai oksigen dan nutrisi. 

Fungsi Otot Jantung 
Otot jantung terdapat pada daerah yang sangat vital/penting bagi tubuh karna merupakan kunci nyawa manusia,oleh karna itu jantung memiliki fungsi-fungsi penting pula seperti yang ada dibawah ini...
  • Membantu memompa darah keseluruh tubuh 
  • Membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida)
  • Sel-sel pada otot jantung membantu dalam kontraksi sel lainnya 
  • Otot jantung menyediakan cara pemompaan ventrikel pada jantung
  • Otot jantung berfungsi meremas darah sehingga darah dapat keluar dari jantung saat berkontraksi dan mengambil darah pada relaksasi
  • Menunjang kerja dari organ jantung 
Pengertian, Fungsi dan Ciri-Ciri Otot Jantung
Ciri-Ciri Otot Jantung
Agar lebih mudah membedakan otot jantung dengan jenis otot lainnya, kita mengacu kepada ciri-ciri otot jantung. Ciri-ciri otot jantung antara lain sebagai berikut
  • Bentuk yang memanjang
  • Mempunyai Inti sel yang berada ditengah
  • Cara kerja otot jantung ini berada diluar kesadaran atau tak dipengaruhi oleh otak atau saraf pusat.
  • Serabut jantung memiliki panjang 50 sampai 100 um, diameter berkisar diantara 14 um. 
  • Jumlah serabut otot jantung kurang lebih 1500 filamen
  • Serabut pada otot jantung berupa sarkolema dan terdiri atas myofibril-myofibril yang terlihat berdampingan
  • Otot Jantung terdiri atas 1 dan 2 inti sel atau bahkan dapat berjumlah 3 dan 4 tetapi itu sangat jarang
  • Bekerja terus menerus tampa istirahat. 
  • Otot jantung dipengaruhi oleh saraf otonom yakni saraf simpatik dan safar parasimpatik
  • Bentuk Silindris bercabang dan menyatu 
  • Memilik serabut yang bercabang-cabang
  • Mempunyai diskus interkalaris, interkalaris adalah pembatas antar sarkomer
Pengertian, Fungsi dan Ciri-Ciri Otot Jantung
Otot polos
ciri-ciri otot polos.Pengertian otot polos adalah otot yang dikelompokkan dalam kategori otot tak sadar atau refleks. Otot polos merupakan otot yang jaringannya dibentuk oleh sel-sel otot dan bentuk otot polos seperti gelendong, dimana kedua ujungnya meruncing serta bagian tengahnya menggelembung. Otot polos membentuk lapisan pada alat-alat dalam tubuh, misalnya dinding usus, pembuluh darah, saluran kelamin, dan dinding rahim. Oleh karena itu, otot polos disebut juga otot alat-alat dalam. Cara kerja otot polos tidak menurut perintah otak, tetapi terjadi diluar kesadaran otak. Itulah penyebab otot polos disebut juga otot tak sadar (otonom). 
Pengertian, Jenis dan Ciri-Ciri Otot Polos
(Struktur Otot Polos)
Jenis-Jenis Otot Polos
Otot polos terbagi dua yakni otot polos unit ganda (multi unit) dan otot polos unit tunggal (single unit), lihat penjelasan dari jenis-jenis otot polos seperti yang ada dibawah ini..
  • Otot Polos Unit Ganda (Multi Unit) : otot polos unit ganda adalah otot yang terdiri atas serabut yang berbeda-beda dan setiap dari serabut-serabut ini bekerja secara tersendiri tampa saling membantu dengan serabut-serabut pada otot polos lainnya. Contohnya pada siliaris mata, otot piloerektor dimana otot ini menyebabkan rambut berdiri ini tidak lain dari rangsangan simpatis
  • Otot Polos Unit Tunggal (Single Unit) : otot polos unit tunggal adalah otot yang memiliki ratusan sampai jutaan serabut yang saling berkontraksi dan membrane selnya melekat satu sama lain pada tempat yang berbeda akibatnya memudahkan serabut dapat disebarkan ke serabut lainnya. 
Pengertian, Jenis dan Ciri-Ciri Otot Polos
Ciri-Ciri Otot Polos 
Ciri-ciri otot polos antara lain sebagai berikut..
  • Bentuk otot polos seperti gelondong
  • Kedua ujungnya meruncing dan bagian tengahnya menggelembung
  • Tiap sel otot polos memiliki satu inti sel yang terletak di tengah. 
  • Otot polos merupakan otot tak sadar (otonom)
  • Waktu kontraksi otot polos dari 3 sampai 180 detik
  • Biasanya otot polos terdapat pada bagian usus, saluran peredaran darah, otot saluran kemih, pembuluh darah dan lain-lainnya. 
  • Otot polos berkontraksi dengan refleks karna otot polos merupakan otot tak sadar (otonom)
  • Otot polos tidak memiliki garis yang melintang seperti yang ada pada otot lurik
  • Otot polos memiliki reaksi yang lambat dan tidak mudah lelah atau terus menerus bekerja walaupun kita tidur. 
Pengertian, Jenis dan Ciri-Ciri Otot Polos
15. gambar jaringan epitel(jenis,letak, dan contoh)

Jaringan epitel bersifat unisellur dan multiseluler yang tersusun kompak serta tidak memiliki ruang antarsel. Ada banyak fungsi dari jaringan epitel, namun fungsi utama jaringan epiteladalah sebagai lapisan pelindung yang melindungi jaringan dibawahnya. Letak jaringan epitel terdapat di sepanjang sistem pencernaan yang membantu dalam penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dari proses pencernaan. sekresi enzim dan hormon serta ekskresi produk sampingan yang tidak dinginkan seperti pada ginjal dan kelenjar keringat. Pada daerah paru-paru, lapisan epitel membantu menyebarkan oksigen di semua bagian tubuh dan yang terdapat dibagian mata, hidung dan lidah adalah untuk meningkatkan sensivitas.

1. Fungsi Jaringan Epitel - Selain dari fungsi utama, terdapat pula fungsi khusus jaringan epitel berdasarkan dari setiap letak jaringan epitel. Fungsi khusus jaringan epitel adalah sebagai berikut..
  • Sebagai Perlindungan, sel epitel di kulit berfungsi dalam melindungi jaringan dibawahnya dari jaringan mekanik, bahan kimia berbaya, bakteri yang masuk dan dari kehilangan air yang banyak atau berlebihan
  • Sebagai Penerima Impuls, sel epitel khusus ditembus dari rangsangan sensorik dimana sel epitel terdapat ujung saraf sensorik yang berada pada telinga, kulit, lidah, dan hidung.  
  • Sebagai Alat Absorpsi, sel epitel yang melapisi usus kecil menyerap nutrisi dari pencernaan makanan
  • Sebagai Alat Sekresi, Pada kelenjar, jaringan epitel khusus untuk mengeluarkan zat-zat kimia tertentu seperti hormon, cairan pelumas dan enzim.
  • Sebagai Alat Penyaring atau Filtrasi,epitel bersilia membantu dalam menghilangkan partikel debu dan benda asing yang masu ke saluran udara.
  • Sebagai Alat Ekskresi, jaringan epitel pada ginjal mengekskresikan produk limbah dari tubuh dan menyerap bahan bahan yang diperlukan dari urin. Keringat juga dikeluarkan dari tubuh oleh sel-sel epitel di kelenjar keringat.
  • Mengurangi Gesekan, sel-sel epitel yang halus, erat dan saling terkait melapisi seluruh sistem peredaran darah mengurangi gesekan antara darah dan dinding pembuluh darah. 
  • Sebagai Alat Difusi, epitel sederhana meningkatkan difusi gas, cairan dan nutrisi. Karena mereka membentuk lapisan tipis, mereka ideal untuk difusi gas seperti pada dinding kapiler dan paru-paru.
    2. Jenis-Jenis Jaringan Epitel dan Fungsinya -Jaringan epitel dikelompokkan menjadi dua jenis lapisan sel penyusunnya. jaringan penyusun sel jaringan epitel adalah jaringan epitel satu lapis atau selapis (simple epithellum) dan jaringan epitel berlapis banyak (stratified epitellum).
    a. Jenis Jaringan Epitel Selapis (Simple epithellum)
    • Epitel pipih selapis, Epitel pipih selapis berfungsi sebagai jalan dalam pertukaran zat dari luar ke dalam tubuh dan sebaliknya. Contohnya, epitel terdapat pada pembuluh limfa, kapsul browman, pembentuk peritonium, alveoulus, dan pembuluh darah.
    • Epitel kuboid selapis, Fungsi jaringan epitel kuboid selapis adalah sebagai alat sekresi dan pelingdung. Contoh epitel kuboid selapis adalah permukaan ovarium, kelenjar tiroid, saluran nefron ginjal dan retina mata. 
    • Epitel Selapis Silindris, Sel epitel silindris ada yang memiliki silia pada daerah permukaannya, seperti pada oviduk. Contoh epitel selapis silindris adalah kantong empedu, lambung, saluran pernapasan bagian atas, dan jonjot usus. 
    • Epitel Batang Bersilia, Epitel batang bersilia terletak di dinding rongga hidung. Fungsi batang bersilia adalah sebagai penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk, dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk melekat pada mucus. Epitel batang bersilia terletak di trakea. 
    b. Jenis Jaringan Epitel Berlapis (Stratified epitellum)
    • Epitel pipih berlapis, jaringan epitel yang terdapat di epidermis kulit vertebrata
    • Epitel kuboid berlapis, jaringan epitel yang jarang terdapat di tubuh. Epitel kuboid berlapis hanya terdapat di saluran besar dari beberapa kelenjar. Epitel kuboid berlapis terdapat di kelenjar ludah, berperan dalam ekskresi, kelenjar susu, dan pangkal esofagus.
    • Epitel silindris berlapis, jaringan epitel yang jarang ditemukan dan terdiri atas dua lapis. Fungsi jaringan epitel berlapis adalah sebagai tempat adsorpsi, ekskresi, sebagai pelindung gerakan zat melewati permukaan dan sebagai saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu. Contohnya epitel pada konjungtiva palpebra.
    • Epitel transisional, jaringan epitel yang yang bentuknya dapat berubah-ubah. Epitel transisional terdapat di ureter dan ginjal
    3. Ciri-Ciri dan Sifat Jaringan Epitel - Ciri-ciri dan sifat jaringan epitel antara lain sebagai berikut..

    a. Ciri-Ciri Jaringan Epitel
    • Dapat ditemukan di seluruh tubuh
    • Berbentuk pipih, batang dan kubus
    • Bentuk sel penyusunnya bervariasi bergantung pada fungsi dan letaknya
    • Tidak terdapat material di antara sel-sel penyusunnya
    • Sebagai penutup dan kelenjar
    • Tersusun sel dan molekul ekstraseluler yang berbentuk matriks yang berguna untuk mengikat jaringan dengan bagian bawahnya 
    • Mempunyai sebuah permukaan yang tidak berhubungan dengan jaringan lain, sedangkan pada permukaan lainnya berhubungan dengan membrane bawahnya. 
    • Beberapa jenis epitel menunjukkan spesialisasi yaitu berupa tonjolan jaringan untuk memperluas permukaan, memindahkan partikel asing atau untuk pergerakan
    b. Sifat-Sifat Jaringan Epitel
    • Terdiri atas selapis atau beberapa lapis sel
    • Mempunyai sifat regenerasi (pertumbuhan kembali)
    • Umumnya dilengkapi dengan mikrovili, flagela, dan stereosilia. 
    • Bentuk sel penyusunnya bervariasi yang bergantung dari fungsi dan letaknya dalam tubuh
    • Terdapat lamina basalis, lamina basalis adalah struktur ekstraselular yang berupa lembaran dengan mengikat jaringan dibawahnya. 
    Pengertian, Fungsi, Jenis, Ciri-Ciri Jaringan Epitel

    Pengertian, Fungsi, Jenis, Ciri-Ciri Jaringan EpitelN
    16. gambar sel darah putih
    Pengertian sel darah putih adalah sel yang membentuk komponen pada darah. Sel darah putih disebut juga leukosit. Sel ini memiliki inti, tetapi tidak memiliki bentuk sel yang tetap dan tidak berwarna. Sel darah putih dalam setiap milimeter kubik darah lebih kurang berjumlah 8.000. Tempat pembentukan sel darah putih adalah pada sumsum merah tulang pipih, limpa, dan kelenjar getah bening. Semua sel darah putih memiliki masa hidup antara enam hingga delapan hari.


    Sel darah putih dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu limfosit, monosit, neutrofil, eosinofil dan basofil. Umunya, berukuran lebih besar daripada sel darah merah, bentuk anmeboid (tidak beraturan), dan berinti sel bulat atau cekung. Jenis sel darah putih yang terbanyak ialah neutrofil, sekitar 60%. Neutrofil berfungsi menyerang dan mematikan bakteri penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh, dengan cara menyelubunginya dan melepaskan suatu zat yang mematikan bakteri penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh, dengan cara menyelubunginya dan di dalam sel darah putih sekitar 20%-30%.

    Limfosit berfungsi membentuk antibodi, yaitu sejenis protein yang berfungsi memerangi kuman penyakit. Jumlah monosit di dalam darah putih sekitar 5%-10%. Seperti halnya neutrofil, monosit berfungsi menyerang dan mematikan bateri. Jumlah eosinofil dalam darah putih sekitar 5%. Eosinofil berfungsi menyerang bakteri, membuang sisa sel yang rusak, dan mengatur pelepasan zat kimia pada saat menyerang bakteri. Basofil dalam darah putih berjumlah sekitar 1%. Basofil berfungsi mencegah penggumpalan dalam pembuluh darah.

    Sel darah putih memiliki sifat fagosit, yaitu dapat mematikan kuman penyakit dengan cara "memakan" kuman tersebut. Untuk menghancurkan kuman penyakit, sel darah putih dapat menembus dinding pembuluh darah. Kemampuan itu disebut diapedesis. Peningkatan jumlah sel darah putih yang tidak terkendali dapat mengakibatkan sel-sel darah putih memakan sel darah merah atau bersifat abnormal. Hal ini terjadi pada penderita kanker darah (leukimia)

    Kesimpulan : 
    Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa fungsi sel darah putih, jenis-jenis sel darah putih, dan ciri-ciri sel darah putih antaralain sebagai berikut

    1. Fungsi Sel Darah Putih (Leukosit)

    • Berfungsi menjaga kekebalan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit
    • Melindungi badan dari serangan mikroorganisme pada jenis sel darah putih granulosit dan monosit
    • Mengepung darah yang sedang terkena cidera atau infeksi 
    • Menangkap dan menghancurkan organisme hidup 
    • Menghilangkan atau menyingkirkan benda-benda lain atau bahan lain seperti kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya. 
    • Mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang merugikan tubuh dengan menghancurkan dan membuangnya 
    • Menyediakan pertahanan yang cepat dan juga kuat terhadap penyakit yang menyerang.
    • Sebagai pengangkut zat lemak yang berasal dari dinding usus melalui limpa lalu menuju ke pembuluh darah
    • Pembentukan Antibodi di dalam tubuh. 
    Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Ciri-Ciri Sel Darah Putih (Leukosit)
    2. Jenis-Jenis Sel Darah Putih (Leukosit) dan Fungsinya 
    Jenis-jenis sel darah putih (leukosit) yakni neutrofil, monosit, basofil, eosinofil dan limfosit antar lain sebagai berikut..
    • Neutrofil  : (Pengertian Neutrofil). Neutrofil adalah sel darah putih yang memiliki jumlah yang besar yakni sekitar 60% sampai 70% sel darah putih (leukosit) dan mempunyai diameter dari 10 sampai dengan 12 mikrometer, dan Neutrofil memiliki 3 inti sel yang berwarna merah kebiruan serta kelompok dari granula. Neutrofil juga disebut dengan leukosit polimorfonuklear karna polimorfonuklear memiliki kesamaan dengan neutrofil karna memiliki bentuk sel yang aneh. Neutrofil dapat diketahui dengan melihat butiran yang ada di sitoplasma. Proses kerja dari Neutrofil membunuh bakteri dengan menelannya secara langsung, proses ini disebut dengan fagositosis. proses tersebut dapat diketahui dan ditemukan pada saat luka yang bernanah. Neutrofil dapat bertahan hidup 6 sampai 10 jam.
    • Monosit  : (Pengertian Monosit). Monosit adalah sel darah putih yang berjumlah 1-10% yang berubah menjadi makrofag dalam memerangi benda-benda asing yang menyerang tubuh dengan keluar dari aliran darah dan masuk ke jaringan tubuh. Monosit memiliki waktu hidup yang lebih lama dari pada neutrofil, Monosit akan tinggal dalam aliran darah selama 10-20 jam. setelah itu monosit akan tinggal dalam beberapa hari di dalam jaringan tubuh. 
    • Basofil : (Pengertian Basofil). Basofil adalah sel darah putih yang berjumlah 0,01-0,3% yang mengandung banyak granula sitoplasmik yang berjumlah dua lobus dan dapat bergerak ke jaringan tubuh pada kondisi tertentu. Basofil bagian dari granulosit, disaat teraktivasi, basofil akan mengeluarkan senyawa seperti kondroitin, histamin, leukotriena, heparin, lisfospolipase, elastase dan beberapa jenis atau macam sitokina. 
    • Eosinofil : (Pengertian Eosinofil).Eosinofil adalah sel darah putih yang jumlahnya 7% dari seluruh jumlah leukosit dalam tubuh kita yang memerangi parasit multiseluler dan beberapa infeksi yang terjadi pada hewan vertebrata. Eosinofil berdiameter 10 hingga 12 mikrometer. Jumlah eosinofil ini meningkat disaat terjadi asma, demam dan alergi yang membuat jangka hidup eosinofil antara 8 hari hingga 12 hari. Eosinofil berfungsi atau berperan dalam melawan parasit multiseluler dan merespon alergi
    • Limfosit : (Pengertian Limfosit). Limfosit adalah sel darah putih yang berjumlah 40 hingga 50% dari sel darah putih yang jumlah terbesar kedua. Menurut Merk, limfosit terbagi atas sel T, sel B dan sel pembunuh alami. Sel T dan sel pembunuh alami berperan dalam menyerang sel-sel asing dan membuat racun sedangkan sel B yakni membuat anti bodi.  Limfosit memiliki 1 nukleus dan tidak motil. Fungsi secara umum limfosit adalah membuat anti bodi dan menjaga kekebalan tubuh. 
    3. Ciri-Ciri Sel Darah Putih (Leukosit)
    • Sel darah putih berjumlah kurang lebih 6 ribu-9 ribu butir/mm3
    • Sel darah putih tidak memiliki warna atau tidak berwarna
    • Mempunyai inti sel atau nukleus
    • Memiliki bentuk yang banyak atau dapat dikatakan bentuknya tidak beraturan
    • Dapa berubah bentuk 
    • Sel darah putih hanya dapat bertahan hidup antara 12-13 hari
    • Sel darah putih terbuat di dalam sumsum merah tulang pipih, limpa, dan kelenjar getah bening
    • Bergerak secara ameboid (seperti dengan amoeba)
    • Dapat menembus dinding pembuluh darah
    Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Ciri-Ciri Sel Darah Putih (Leukosit)
    17. Gambar peredaran darah kecil dan besar
    pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi dan berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jenis-jenis yang paling penting, arteri dan vena, juga disebut demikian karena mereka membawa darah keluar atau masuk ke jantung.
    Pembuluh darah berfungsi untuk membantu jantung mengedarkan sel darah merah atau eritrosit ke seluruh tubuh dan mengedarkan sari makanan, oksigen serta membawa keluar karbon dioksida. Pembuluh darah terbagi menjadi dua, yakni pembuluh darah nadi (arteri) dan Pembuluh darah balik (vena).
    Skema-peredaran-darah-manusia
    Skema-peredaran-darah-manusia

    Pembuluh nadi atau arteri

    Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Tujuannya adalah sistemik tubuh, kecuali pulmonalis yang membawa darah menuju paru untuk dibersihkan dan mengikat oksigen.

    Pembuluh balik atau vena

    Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung serta banyak mengandung karbon dioksida.

    1. Peredaran Darah Kecil

    Peredaran darh kecil disebut juga peredaran darah Pulmonalis. Jalur peredaran darah kecil meliputi jantung kemudian ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung. Lebih jelasnya, darah mengalir melalui bilik kanan jantung, kemudian menuju arteri pulmonalis ( pulmo = paru-paru ), kemudian mengalir lagi melalui vena pulmonalis menuju jantung, masuk ke serambi kiri. Setelah dari serambi kiri, darah dipompa masuk ke bilik kiri dan masuk ke sistem peredaran darah besar.
    Peredaran darah kecil adalah peredaran darah dari jantung menuju paru paru dan kembali lagi ke jantung
    Peredaran darah kecil adalah peredaran darah dari jantung menuju paru paru dan kembali lagi ke jantung

    2. Peredaran Darah Besar

    Peredaran darah besar disebut juga peredaran darah Sistemik. Peredaran darah besar mengambil jalur dari jantung ke seluruh tubuh kemudian kembali lagi ke jantung.
    Peredaran darah besar manusia
    Peredaran darah besar manusia
    Setelah darah yang berasal dari peredaran darah kecil sampai ke bilik kiri jantung, bilik kiri memompanya keseluruh tubuh melalui aorta ( arteri besar ) baik ke atas (kepala, otak, dsb) dan ke bawah (tangan, perut, kaki, dsb), setelah itu darah terpompa kembali masuk ke serambi kanan melalui vena dan siap masuk ke sistem peredaran darah kecil.

    18. gambar skema pembekuan darah
    20. Vitamin 
    Terdapat 2 (dua) kelompok besar Vitamin, yaitu Vitamin yang dapat larut dalam air (Water Soluble Vitamin) dan Vitamin yang dapat larut dalam Lemak (Fat Soluble Vitamin). Vitamin-vitamin yang dapat larut dalam air diantaranya adalah Vitamin B dan Vitamin C, sedangkan Vitamin-vitamin yang dapat larut dalam lemak adalah Vitamin A, Vitamin D, Vitamin E dan Vitamin K.
    Berikut ini adalah Jenis-jenis Vitamin beserta Fungsi, Sumber Makanan dan Penyakit yang timbul akibat kekurangannya.

    Vitamin A

    Nama Biokimia  (Vitaminer) : Retinal, Retinol, Carotenoids
    Fungsi  : Penting untuk indra penglihatan, menjaga kesehatan Kulit dan imunitas Tubuh
    Penyakit akibat kekurangannya  : Rabun Senja, Katarak, Hyperkeratosis (benjolan putih pada folikel rambut), Keratomalacia (Perusakan Kornea)
    Sumber Makanan Vitamin A : Buah-buahan berwarna Merah dan Kuning (Wartel, Cabe Merah, Pisang, Pepaya), Susu, Margarine, Hati dan Ginjal, Sayuran yang berwarna Hijau dan Kuning.

    Vitamin B1

    Nama Biokimia (Vitaminer) : Thiamine
    Fungsi : Penting untuk system saraf dan fungsi jantung, Mencegah penyakit beri-beri
    Penyakit akibat kekurangannya  : Daya tahun tubuh berkurang, Penyakit Beri-beri, kurang nafsu makan, kulit kering, kulit bersisik, susah buah air besar.
    Sumber Makanan Vitamin B1 : Gandum, kacang hijau, kacang kedelai, daging, susu, roti, tepung, ikan, daging tanpa lemak, ayam dan lain sebagainya.

    Vitamin B2

    Nama Biokimia (Vitaminer) : Riboflavin
    Fungsi: Penting untuk Kulit, Pertumbuhan jaringan tubuh, mencegah kepekaan mata terhadap cahaya
    Penyakit akibat kekurangannya : Penyakit Ariboflavinosis, Turunnya daya tahan tubuh, kulit kering, kulit bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah.
    Sumber Makanan Vitamin B2 : Susu, Pisang, Kacang hijau, asparagus, sayuran hijau yang berdaun, daging tanpa lemak.

    Vitamin B3

    Nama Biokimia (Vitaminer)  : Niacin, Niacinamide
    Fungsi  : Membantu makanan menjadi energi, membantu sistem saraf, mencegah penyakit pellagra, mencegah berkurangnya nafsu makan.
    Penyakit akibat kekurangannya : Penyakit Pellagra (Penyakit karena kurang makan), insomnia mual-mual, badan lemas, otot mudah keram dan kejang.
    Sumber Makanan Vitamin B3 : Telur, Roti, daging ayam, daging sapi, ikan (tuna dan salmon), Sayur-sayuran, berdaun, asparagus, hati, ragi, susu, Avokado, Brokoli.

    Vitamin B5

    Nama Biokimia (Vitaminer) : Pantothenic acid (Asam Pantotenat)
    Fungsi  : Membantu pemecahan nutrisi makanan (terutama pada lemak),
    menjaga komunikasi sistem saraf dan otak, memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh.
    Penyakit akibat kekurangannya : Penyakit Paresthesia, Otot mudah kram, sulit tidur, kulit kering dan bersisik.
    Sumber Makanan Vitamin B5 : Brokoli, Avokado, daging, Sayur-sayuran.

    Vitamin B6

    Nama Biokimia (Vitaminer) : Pyridoxine (Pridoksin)
    Fungsi : Penting kesehatan gigi dan gusi, penting untuk sel-sel darah merah dan sistem saraf, memproduksi antibodi.
    Penyakit akibat kekurangannya : Penyakit Anemia (kekurangan darah), Gangguan sistem saraf
    Sumber Makanan Vitamin B6 : Daging, Pisang, sayur-sayuran dan kacang-kacangan.

    Vitamin B7

    Nama Biokimia (Vitaminer) : Biotin
    Fungsi : Membantu reaksi biokimia pada tubuh seperti transfer karbondioksida dan metabolisme karbohidrat dan lemak.
    Penyakit akibat kekurangannya :Dermatitis, Enteritis, depresi, nusea, anemia dan kerontokan rambut.
    Sumber Makanan Vitamin B7 : Daging, kuning telur, pisang, kacang-kacangan, ragi dan gandum.

    Vitamin B9

    Nama Biokimia (Vitaminer) : Folic acid (Asam Folat)
    Fungsi  : Mencegah kecacatan pada janin, membantu tubuh dalam proses metobolisme protein yang berlangsung, membangun sel-sel darah merah yang sehat, menurunkan resiko penyakit jantung.
    Penyakit akibat kekurangannya :Kecacatan pada janin
    Sumber Makanan Vitamin B9 : Bayam, Kacang polong, biji Bunga matahari, kentang, tomat, jeruk, Telur dan hati.

    Vitamin B12

    Nama Biokimia (Vitaminer) :Cyanocobalamin, hydroxycobalamin, methylcobalamin
    Fungsi : Menjaga kesehatan sistem saraf, mencegah penyakit anemia dan penting untuk pertumbuhan bagi anak-anak.
    Penyakit akibat kekurangannya : Penyakit Anemia (Kurang darah), cepat lelah.
    Sumber Makanan Vitamin B12 : Ikan, daging, telur, susu, hati.

    Vitamin C

    Nama Biokimia (Vitaminer) : Ascorbic acid(Asam Askorbat)
    Fungsi  : Penting untuk kesehatan gigi dan gusi serta tulang, Membentuk sel-sel tubuh dan pembuluh darah, mencegah penyakit kudis, meningkatkan daya tahan tubuh, sebagai antioksidan.
    Penyakit akibat kekurangannya  : Lidah pecah-pecah, berkurangnya energi / cepat lelah, penyakit kudis, penyakit sariawan, anemia.
    Sumber Makanan Vitamin C : Jeruk, Tomat, arbei, Strawberry, asparagus, kol, susu, mentega dan ikan.

    Vitamin D

    Nama Biokimia (Vitaminer) : Cholecalciferol, Ergocalciferol (Kalsiferol)
    Fungsi : Penting untuk Gigi dan tulang, membantu tubuh menggunakan
    Kalsium dan Phospor, mencegah penyakit rahkitis (pelunakan tulang pada anak-anak).
    Penyakit akibat kekurangannya :Rheumatoid arthritis (radang sendi), Penyakit Osteomalasia (hilangnya unsur fosfor dan kalsium secara berlebihan), diabetes, Penyakit Rahkitis.
    Sumber Makanan Vitamin D       : Ikan, telur, hati, Jamur, Kedelai, Susu, udang, tiram. Paparan sinar Matahari.

    Vitamin E

    Nama Biokimia (Vitaminer) : Tocopherols, Tocotrienols
    Fungsi : Penting untuk fungsi darah, mencegah asam lemak yang berlebihan, menjaga jaringan kesehatan kulit, mata, darah merah dan hati, Sebagai antioksidan alami, melindungi paru-paru dari polusi udara.
    Penyakit akibat kekurangannya :kemandulan, gangguan saraf dan otot.
    Sumber Makanan Vitamin E : minyak sayur, gandum, padi-padian, lettuce, ikan, ragi, kuning telur.

    Vitamin K


    Nama Biokimia (Vitaminer) : Phylloquinone, Menaquinones
    Fungsi : membantu metabolisme tubuh dan mencegah penyakit diabetes, menekan proses pendarahan akibat pemakain senyawa aspirin atau antibiotik berlebihan, menurunkan risiko terkena penyakit osteoporosis.
    Penyakit akibat kekurangannya :menghambat pembekuan darah, menurunnya kepadatan tulang.
    Sumber Makanan Vitamin K : Sayuran berdaun hijau, avocado, kiwi, peterseli (parsley).

    21. Gambar organ pencernaan dan enzim2nya

    Organ Sistem Pencernaan


    Sistem pencernaan pada manusia terdiri atas beberapa organ yang berawal dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Pada sistem pencernaan manusia terdiri dari alat saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan tersebut adalah kelenjar ludah, hati, kelenjar dinding lambung, dan pankreas. Organ tersebut mencerna makanan melalui proses mekanik maupun kimiawi. Berikut ini penjelasan organ-organ pencernaan pada manusia.
    Sstem Pencernaan
    1.  MULUT
    MULUT
    Mulut merupakan organ pencernaan yang pertama yang bertugas dalam proses pencernaan makanan. Di dalam mulut, makanan akan dicerna secara sadar menjadi bagian-bagian lebih kecil. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah. Lidah di dalam mulut berfungsi untuk merasakan makanan. Pada lidah terdapat ujung saraf pengecap yang disebut sebagaipapila lidah. Papila lidah pengecap rasa manis terdapat pada ujung lidah sampai ke tepi lidah bagian ujung depan. Bagian tepi lidah tengah merasakan rasa asam, bagian pangkal lidah yang berbatasan dengan kerongkongan rasa pahit. Di dalam mulut juga terjadi pross pencernaan secara mekanis dan kimiawi.
    A.  Proses mekanis
    Proses pencernaan secara mekanis di dalam mulut dilakukan melalui gerakan-gerakan mengunyah, menghancurkan, dan menelan makanan. Fungsi mengunyah tersebut bertujuan mengubah makanan menjadi berukuran kecil sehingga mudah dicerna hal ini dilakukan oleh gigi. Sedangkan fungsi menelan adalah mendorong makanan supaya masuk ke dalam saluran selanjutnya yaitu kerongkongan.
    B.  Proses kimiawi
    Proses pencernaan kimiawi di dalam mulut dilakukan oleh enzim ludah. Ludah dikeluarkan oleh kelenjar ludah yang berfungsi untuk membantu pencernaan makanan. Pada ludah terkandung beberapa komponen, anatara lain sebagai berikut:
    1.  Enzim maltase(ptialin)
    Untuk mencerna makanan yang mengandung karbohidrat menjadi gula sederhana yang disebut maltosa.
    2.  Air
    Berfungsi untuk membasahi makanan supaya mudah dicerna
    3.  Enzim lisosom
    Sebagai antibakteri karena bersifat asam
    4.  Lendir
    Pada ludah berfungsi untuk menggumpalkan makanan supaya lebih mudah ditelan.
    5.  Aminoglobulin
    Zat semacam putih telur yang berfungsi untuk menetralkan makanan yang bersifat asam.
    6.  Garam-garam
    2.  KERONGKONGAN
    KERONGKONGAN
    Setelah makanan dikunyah di mulut kemudian makanan ditelan agar masuk lambung nah melalui kerongkongan jadi fungsi kerongkongan yaitu menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Di bagian dalam mulut juga terdapat epiglotis yaitu ppersimpangan antara 2 saluran yang dijaga oleh sebuah klep. Pada waktu bernapas klep ini membuka sehingga udara masuk kedalam tenggorokan dan pada waktu  menelan makanan klep tersebut akan menutup. Sebenarnya klep ini menjaga kerja antara kerongkongan dan tenggorokan supaya proses pencernaan dan pernapasan berjalan lancar. Di dalam kerongkongan juga terjadi gerakan peristaltik yaitu gerakan melebar dan menyempit, bergelombang, dan meremas-remas untuk mendorong makanana sedikit demi sedikit ke lambung dan di dinding kerongkongan juga terdapat lendir supaya makanaan mudah untuk melaluinya.
    3.  LAMBUNG
    LAMBUNG
    Setelah makanan melewati kerongkongan kemudian makanan menuju ke lambung. Sebelah dalam lambung dilapisi oleh epithelium, nah ephitelium ini mengandung kelenjar-kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan pada lambung ini akan menghasilkan suatu senyawa yaitu getah lambung. Di getah lambung ini mempunyai kandungan-kandungan sebagai berikut :
    1.   HCL
    Kadar HCL dalam getah lambung adalah 0,5 % dari total getah lambung. HCL berfungsi sebagai desinfektan atau pembunuh kuman dan mengubah pepsinogen menjadi pepsin. HCL juga dapat merangsang usus, hati dan pankreas untuk mencerna makanan. Enzim pepsin yang dihasilkan dari pemecah pepsinogen akan mencerna protein menjadi protein yang lebih sederhana (albuminosadan pepton).
    2.  Enzim lipase
    Berfungsi untuk mencerna lemak.
    3.  Hormon Gastrin
    Fungsinya untuk mengaktifkan kelenjar-kelenjar pada pencernaan dilambung melalui proses mekanik dan kimiawi.
    Proses mekanik
    Otot lambung mengerut dan mengembang dengan gerakan seperti meremas untuk mencampur makanana dengan getah lambung.
    Proses kimiawi
    Dilakukan oleh getah lambung
    Selanjutnya makanan yang sudah dicerna oleh lambung yang disebut kimus atau bubur halus akan meninggalkan lambung menuju usus halus.
    4.  USUS HALUS (Intestinum)
    USUSSSS
    Panjang usus halus orang dewasa mencapai 6,3 meter dengan diameter 2,5 cm. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu usus dua belas jari(duodenum), usus kosong(jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
    a.  Usus 12 jari
    Usus 12 jari terletak paling dekat dengan lambung. Disebut 12 jari karena panjangnya kurang lebih 12 kali ruas jari. Sebelum memasuki usus 12 jari, setelah makanan dicerna oleh lambung, makanan akan melalui jalan keluar lambung menuju usus 12 jari yang berbentuk kleb yang disebut pylorik. Pylorik ini berfungsi untuk mengatur jalan makanan menuju usus 12 jari.
    b.  Jejenum
    Setelah makanan melewati usus 12 jari makanan akan masuk ke dalam  saluran intestinum  berikutnya, yaitu jejenum atau disebut juga intestinum bagaian tengah.
    c.  Ileum
    Ileum merupakan bagian akhir daripada intestinum. Dinding dalam usus halus dilapisi oleh bermiliar-miliar tonjolan mikroskopis menyerupai jari. Tonjolan ini disebut villi. Kelenjar usus halus menghasilkan getah cerna yang akan mencerna makanan yang massuk ke dalam usus halus dan menyaring bagian yang dapat dilewati villi dan mengandung air. Bagian yang diserap usus melalui villi berupa sari makanan yang masuk ke dalam pembuluh darah untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. Zat sisa pencernaan makanan akan dikeluarkan oleh tubuh melalui rektum atau usus besar kemudian keluar ke anus menjadi feses. Proses pencernaan pada usus halus hampir sebagian beasar dilakukan secara kimiawi. Adapun getah usus halus tersebut antara lain sebagai berikut :
    1.  Enterokinase
    Enzim yang mengubah tripsinogen menjadi tripsin
    2.  Erepsin
    Enzim yang mengubah pepton menjadi asam amino
    3.  Maltase
    Enzim yang mengubah maltosa menjadi glukosa
    4.  Lipase
    Enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
    5.  Sekretin
    merupakan hormon pada usus halus yang akan merangsang sekresi enzim-enzim pada usus halus.
    5. USUS BESAR (Rektum)
    usus besar
    Merupakan saluran pembuangan sisa makanan menuju lubang pengeluaran anus. Usus besar juga mempunyai bagian yang disebut usus buntu.Usus besar jga sebagai tempat menampung sisa makanan yang sudah tidak dapat dicerna lagi. Pada bagian usus besar sudah tidak terdapat enzim-enzim pada bagian usus bsar ini sudah tidak ada proses pencernaan lagi. Usus besar hanya sebagai jalan keluar serta tempat menampung tinja selanjutnya yang dikeluarkan oleh anus.
    ORGAN-ORGAN LAIN PADA SISTEM PENCERNAAN
    1.  HEPAR (HATI)
    Hati merupakan organ yang terbesar dan penting dalam tubuh organ ini terletak didalam rongga perut sebelah kanan terdiri atas 2 bagian yang besar. Fungsi hati adalah :
    a)  Menyimpan zat-zat makanan seperti vitamin, lemak, dan glukogen
    b)  Mengatur suhu tubuh
    c)  Mengatur disribusi makanan
    d)  Menyimpan darah
    e)  Menghailkan empedu. Empedu yang mempunyai fungsi mengemulsikan lemak dan mempengaruhi penyerapan vitamin K oleh usus.
    f)       Menyaring zat-zat racun, termasuk membantu metabolisme obat.
    2.  PANKREAS
    Terletak didalam rongga perut bagian belakang, bentuknya memanjang dan menghasilkan getah-getah pankreas. Pankreas juga mempunyai salah satu fungsi utama yaitu mengatur kadar gula dalam darah. Di dalam pankreas terdapat hormon insulin yang berfungsi mengubah gula darah (glukosa) menjadi glikogen.
    Getah yang terdapat didalam pankreas adalah sebagai berikut :
    1.  Tripsinogen
    2.  Enterokinase
    Mengubah tripsin menjadi tripsin yang kemudian tripsin mengubah amilum menjadi maltosa.
    3.  Lipase
    Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
    4.  NaHCO3
    Asam natrium karbonat yang terkandung di dalam getah pankreas memberi      sifat asam pada lemak dan berperan membantu enzim lipase mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
    Untuk memperjelas materi tentang organ pada sistem pencernaan di bawah ini merupakan video dari proses pencernaan pada manusia.

    Komentar

    Posting Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    RANGKUMAN BIOLOGI

    Sistem pernafasan (breathing system) A. Pengertian Sistem pernapasan  atau  sistem respirasi adalah sistem  organ  yang digunakan untuk pertukaran  gas . Pada  hewan  berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam  paru-paru  di mana terjadi pertukaran gas.  Diafragma  menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan  pohon pun memiliki sistem pernapasan. B. Struktur alat pernafasan 1. Rongga Hidung (Cavum Nasalis)  Rongga hidung berlapis selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera).  Terdapat rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara.  Terdapat konka yang mempunyai banyak ...

    Bab 1. SEL

    A. Sejarah sel Berikut adalah para tokoh ilmuan yang telah berhasil mempelajari tentang sel.  1)   Robert Hooke Teori = Merupakan penemu sel, setelah mengamati sayatan gabus kering.    Pada awalnya sel digambarkan pada tahun  1665  oleh seorang ilmuwan Inggris  Robert Hooke  yang telah meneliti irisan tipis  gabus  melalui mikroskop  yang dirancangnya sendiri. Kata  sel  berasal dari kata bahasa Latin  cellula yang berarti rongga /ruangan. Pada tahun 1835, sebelum teori Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. 2)   Scheilden & Schwann Teori  =  Sel merupakan kesatuan struktural Scheiden & Schwan adalah tokoh ilmuan yang telah berjasa dalam dunia mikrobiologi...